
Sumbawa Barat – (Mediapilarindonesia.com) Polres Sumbawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, khususnya yang berkedok usaha, bisnis maupun penawaran investasi dengan janji keuntungan besar.
Kasat Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sumbawa Barat, IPTU Firman Rinaldi., S. Tr., K., S. I. K
mengatakan secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Sumbawa Barat masih cukup aman dan kondusif.
“Alhamdulillah, KSB merupakan salah satu daerah yang cukup aman dan kondusif dibandingkan kabupaten lain di NTB. Mari sama-sama kita jaga citra tersebut agar terus bertahan,” ujar Iptu Firman Rinaldi, saat jumpa pers, Rabu, 2 September 2026.
Kendati tidak menyebutkan jumlah kasus, Firman mengatakan penipuan dan penggelapan menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di wilayah KSB. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama ketika menerima tawaran kerja sama usaha maupun investasi.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki sikap kritis sebelum menyerahkan uang atau menanamkan modal kepada pihak lain. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerapkan prinsip legal dan logis.
“Ketika melakukan usaha atau bisnis, ada istilahnya legal dan logis. Kita cek dulu legalitasnya, izin usahanya, akta-akta dan dokumen pendukung lainnya,” katanya.
Setelah aspek legalitas dipastikan, masyarakat juga perlu melihat apakah skema usaha dan keuntungan yang ditawarkan masuk akal.
“Yang kedua adalah logis. Tanam modal sekian dengan keuntungan sekian, apakah itu logis atau tidak. Artinya jangan gampang tergiur,” tegasnya.
Firman mengingatkan, tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat seharusnya tidak langsung dipercaya. Masyarakat perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap pihak yang menawarkan kerja sama, termasuk legalitas usaha dan mekanisme bisnisnya.
“Jangan gampang tergiur,” pesannya.

Di sisi lain, Firman menegaskan Satreskrim Polres Sumbawa Barat terbuka terhadap saran dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, komunikasi antara kepolisian dan masyarakat penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Polres menerima saran dan masukan. Artinya, segala sesuatunya bisa dikomunikasikan,” ujarnya.
Firman juga mengakui bahwa dalam menjalankan tugas, kepolisian tidak lepas dari kekurangan. Karena itu, masukan dari masyarakat diperlukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.
“Namanya manusia ada saja kekurangannya. Kami di Satreskrim membuka diri untuk menerima masukan dan saran untuk perbaikan bagi kami di Satreskrim,” tandasnya. (MPI – 01)