Momen Konferkab, Bupati KSB Apresiasi Kontribusi Nyata PWI Bangun Daerah

Sumbawa Barat – (Mediapilarindonesia.com) Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah mengapresiasi kontribusi nyata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam memperkenalkan dan menguatkan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Amar saat membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) III PWI Sumbawa Barat di Ruang Sidang II Sekretariat Daerah Sumbawa Barat, Kamis (20/8/2026).

Amar mengatakan pemerintah daerah memberikan ruang seluas-luasnya bagi pers untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik dari media, kata dia, merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah.

“Saya juga memberikan ruang kontrol sosial yang seluas-luasnya, karena pengingat dan pembelajaran bagi kami pemerintah. Ruang kontrol sosial harus tetap kita pelihara sebagai ruang evaluasi,” kata Amar.

Di sisi lain, Amar menilai kontribusi pers juga dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap program-program strategis daerah. Salah satunya dalam pengembangan pariwisata kerakyatan yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Menurut Amar, keterlibatan PWI dalam mengangkat potensi daerah melalui berbagai kegiatan menjadi bagian dari kontribusi nyata pers terhadap pembangunan.

“Karena pembangunan ini bukan urusan pemerintah, namun unsur kolaborasi yang dimana PWI bisa memegang posisi strategis,” ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari kegiatan PWI Sumbawa Barat yang menyambut program pariwisata kerakyatan melalui Touring Camp dan kegiatan Jelajah Perjuangan Jogging Track di Kecamatan Brang Ene.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi insan pers untuk melihat, mengenalkan, dan mempromosikan potensi wisata serta destinasi yang dikembangkan di daerah.

Melalui pemberitaan dan aktivitas jurnalistik, PWI dinilai dapat membantu memperluas informasi mengenai potensi wisata Sumbawa Barat kepada masyarakat di luar daerah. Langkah tersebut sekaligus mendorong masyarakat lokal agar semakin melihat potensi wilayahnya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah.

Amar mengatakan pembangunan daerah memang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ketika seluruh elemen memiliki pemahaman yang sama terhadap arah pembangunan, berbagai program pemerintah akan lebih mudah dijalankan.
“Kalau semua sudah satu pemahaman dan konstruksi dengan semua elemen masyarakat, maka semua terasa ringan,” ujarnya.

Amar mengakui tidak seluruh program pemerintah daerah dapat tersosialisasi secara maksimal kepada masyarakat. Salah satu kendalanya, kata dia, adalah kemampuan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengemas dan menyampaikan program.

“Program daerah kadang tidak semua tersosialisasi secara luas, kadang OPD-nya tidak bisa menjual atau kurang menjual, tapi dengan kerja sama dengan media,” katanya.

Karena itu, ia berharap PWI terus mengambil peran dalam memperkuat penyebarluasan informasi pembangunan. Menurutnya, media memiliki kemampuan untuk mengemas berbagai program pemerintah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Amar menilai pola kolaborasi tersebut penting agar pembangunan tidak hanya diketahui masyarakat, tetapi juga mendapatkan dukungan dan partisipasi dari publik.

Dalam kesempatan tersebut, Amar turut menyoroti perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang membawa perubahan besar terhadap ekosistem informasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat memproduksi dan mempromosikan informasi secara mandiri tanpa melalui media. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi organisasi maupun perusahaan pers untuk terus beradaptasi.

“Tantangan lainnya seperti AI, dimana banyak yang membuat sendiri dan promosikan sendiri tanpa melalui media. Sehingga bagaimana cara lebih inovatif sehingga profesionalisme harus ditingkatkan,” ujarnya.

Amar berharap wartawan dan organisasi pers tidak berhenti pada pola kerja lama. Profesionalisme, inovasi, dan kemampuan menghasilkan karya jurnalistik yang memiliki nilai bagi masyarakat harus terus ditingkatkan.
Ia juga menilai tema Konferkab III PWI Sumbawa Barat, yakni “Profesionalisme, Dedikasi dan Karya”, sangat relevan dengan tantangan pers saat ini.

“Ini tema yang sangat tepat, baik di internal PWI maupun dampak eksternal,” kata Amar.

Ketua PWI Provinsi NTB Ahmad Ikliluddin mengapresiasi hubungan baik antara PWI Sumbawa Barat dengan pemerintah daerah. Namun, ia mengingatkan hubungan kemitraan tersebut tidak boleh mengurangi independensi pers.

“Hubungan pemerintah daerah sangat baik dan ini situasi kemitraan yang patut diapresiasi, namun kemitraan yang baik ini jangan sampai terlena sehingga kita kehilangan independensi. Independensi adalah harga mati,” tegas Iklil.

Ia menegaskan pers tetap memiliki ruang untuk mengkritik pemerintah. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, konstruktif, dan berlandaskan data.

Iklil juga menilai tantangan pers ke depan semakin berat di tengah perkembangan media digital. Kemudahan setiap orang dalam memproduksi dan menyebarluaskan informasi membuat batas antara karya jurnalistik dan informasi biasa semakin kabur.

Maraknya hoaks juga menjadi tantangan yang harus dihadapi serius oleh insan pers.
Karena itu, ia meminta wartawan mengedepankan proses verifikasi, menggunakan data, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

“Memverifikasi berbasis data dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” katanya.

Menurut Iklil, pers juga memiliki peran dalam mendukung iklim investasi melalui pemberitaan mengenai potensi daerah. Namun, pemberitaan tersebut tetap harus objektif dan tidak mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

“Mari kita buktikan bahwa PWI Sumbawa Barat bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Ketua PWI Sumbawa Barat Hairil W. Zakariah mengatakan Konferkab III menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan penguatan internal, regenerasi kepemimpinan, sekaligus menyusun program kerja ke depan.

“Ini adalah momentum yang penting bagi PWI dalam rangka penguatan organisasi dan penyusunan program kerja ke depan sehingga PWI bisa berbuat maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat beserta elemen-elemen lainnya,” kata Hairil.

Ia berharap kepengurusan baru nantinya dapat memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Hairil, regenerasi kepemimpinan penting agar PWI mampu mengikuti perkembangan masyarakat dan pemerintahan yang semakin cepat.

“Kami berharap kerja sama kemitraan selama ini bisa lebih baik dengan pengurus baru karena ini momentum bagi PWI dalam regenerasi kepemimpinan sehingga bisa mengimbangi langkah cepat pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Hairil mengatakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas, integritas, dan profesionalisme wartawan.

Sejak awal terbentuk, PWI Sumbawa Barat mendorong anggotanya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurut Hairil, seluruh wartawan yang tergabung dalam PWI Sumbawa Barat saat ini telah mengikuti uji kompetensi.

Ia berharap PWI ke depan tetap eksis, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Hairil juga menilai hubungan pers dengan pemerintah daerah selama dua periode terakhir berjalan baik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga iklim kebebasan pers di Sumbawa Barat.

“Selama dua periode hubungan pers dengan pemerintah baik, sehingga tidak pernah ada kasus intimidasi kepada pers di Sumbawa Barat,” katanya.
(MPI- 01)